IDEA JATIM, MALANG – Saya tertegun sejenak. Mendengar penjelasan Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag sore itu. Di Masjid Al-Huda, Universitas Merdeka (UNMER) Malang.
Jumat (6/3) itu istimewa. Tepat 17 Ramadan 1447 H. Orang-orang menyebutnya Nuzulul Qur’an. Biasanya, acara begini isinya hanya doa. Ceramah panjang. Lalu makan bersama.
Tapi tidak di UNMER.
Di sana, agama tampil dengan wajah yang sangat manusiawi. Sangat konkret. Prof. Kasuwi, Ketua Takmir Masjid Al-Huda, punya prinsip kuat: Al-Qur'an jangan hanya jadi narasi. Harus jadi aksi.