

IDEA JATIM, MALANG – Mencari alternatif ngabuburit yang produktif? Masjid Raden Patah (MRP) Universitas Brawijaya (UB) baru saja meluncurkan inovasi melalui kegiatan Ngabuburun pada Selasa (24/2/2026). Kegiatan fun run ini tidak hanya menjadi wadah syiar Ramadhan, tetapi juga mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk tetap aktif berolahraga menjelang waktu berbuka puasa.
Alasan di Balik Ngabuburun MRP UB
Penanggung jawab panitia, Habibi, menjelaskan bahwa Ngabuburun lahir untuk mengubah kebiasaan ngabuburit yang selama ini dinilai kurang produktif. Menurutnya, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat fisik dan spiritual sekaligus.
"Ngabuburun hadir sebagai wadah aktivitas positif. Kami ingin menunjukkan bahwa ngabuburit bisa menyehatkan sekaligus bernilai ibadah," ujar Habibi. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bersifat inklusif, terbuka bagi mahasiswa UB maupun masyarakat umum.
Dukungan terhadap gaya hidup sehat ini ditegaskan oleh Ketua Yayasan UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng. Ia mengingatkan para peserta bahwa puasa seharusnya menjadi pemicu kreativitas dan produktivitas. "Puasa itu bukan untuk tidur-tiduran. Para runner tetap bisa berlari dengan cara dan waktu yang benar, yaitu sore hari menjelang berbuka," tegas Prof. Sasmito. Dia mengapresiasi kreativitas mahasiswa UB dalam menciptakan kegiatan yang membentuk karakter dan kedewasaan di luar ruang kuliah.
Rute Ngabuburun tahun ini terbilang cukup menantang namun menyenangkan, melintasi berbagai fakultas mulai dari FEB, FILKOM, hingga Gedung Rektorat, dan berakhir kembali di halaman timur Masjid Raden Patah.