IDEA JATIM, MALANG – Perpustakaan sekolah bukan lagi sekadar deretan rak kaku berisi buku-buku berdebu. Di SD Islam Sabilillah Malang 2, ruang literasi telah bertransformasi menjadi sebuah oase digital yang hidup dan penuh energi yang dinamakan Perpustakaan Mindora. Mengambil akronim dari Mind and Aura, perpustakaan ini mengusung visi besar untuk melahirkan generasi yang memiliki “pikiran bercahaya”. Dengan filosofi “Green Library and Smart Student”, Mindora sukses mengawinkan kenyamanan literasi konvensional dengan kecanggihan teknologi era 4.0.
Langkah inovatif Perpustakaan Mindora diawali dengan integrasi smart screen interaktif dan sistem otomatisasi Senayan Library Management System (SLiMS). Melalui perangkat modern ini, siswa dapat dengan mudah menjelajahi katalog digital berbasis barcode. Pustakawan SD Islam Sabilillah Malang 2, Andi Hartanto, S.S.I, menjelaskan bahwa fasilitas ini sengaja dihadirkan untuk memfasilitasi kebutuhan generasi masa kini.
”Perpustakaan sudah dilengkapi dengan smart screen yang terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan literasi digital Ananda,” ujar Andi, Sabtu (23/5). Dia menjelaskan keunggulan fasilitas tersebut. Dari sekitar 600 koleksi buku yang tertata rapi berdasarkan klasifikasi kode 100 hingga 900, kategori kesenian, hiburan, dan olahraga menjadi magnet utama anak-anak. “Subjek yang paling diminati siswa adalah koleksi kode 700 seperti komik,” tambahnya.

Namun, daya tarik utama Mindora bukan sekadar kecanggihan fasilitasnya, melainkan program kreatif seperti Book Venture Time, sebuah agenda kunjungan wajib bagi siswa Kelas 1 dan 2. Berlangsung selama 15 menit pada jam istirahat pertama, program ini mengalokasikan 10 menit untuk aktivitas literasi seperti membaca nyaring (Read Aloud) atau menulis puisi, serta 5 menit untuk evaluasi.
Lebih jauh lagi, Mindora berkomitmen mengasah kepercayaan diri siswa melalui program Storytelling bulanan yang menantang: bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Menurut Andi, mendongeng bukan hanya soal membaca, melainkan sebuah metode pembentukan mental yang sangat efektif.

”Tujuannya mengasah kemampuan siswa agar tidak hanya fokus pada aspek visual atau membaca, tetapi juga membentuk mental dan melatih kemampuan berbicara di depan umum (public speaking atau menghadapi media),” tegas Andi.
Untuk menjaga api semangat membaca tetap menyala, pihak sekolah secara rutin memberikan penghargaan dua bulanan untuk kategori “Ananda Teraktif” dan “Kelas Teraktif”. Melalui sinergi teknologi digital dan program literasi yang terstruktur ini, Perpustakaan Mindora membuktikan bahwa menumbuhkan cinta membaca pada anak-anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, modern, dan inspiratif. (*)





