IDEA JATIM, MADINAH – Madinah Al-Munawwarah menjadi pemberhentian pertama yang menyambut langkah jemaah haji Kloter 11 pada musim haji 2026. Selama delapan hari, terhitung sejak 25 April hingga 2 Mei 2026, para jemaah menjalani rangkaian ibadah yang penuh kekhusyukan dan pembelajaran spiritual sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mekah pada Ahad, 3 Mei 2026.
Langkah awal di Madinah diwarnai suasana haru saat jemaah berkesempatan beribadah di Raudhah pada Jumat malam (25/4). Di area mustajab yang terletak di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW tersebut, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk keluarga, bangsa, dan keselamatan ibadah. Isak tangis syukur tampak menyelimuti wajah para jemaah yang telah lama mendambakan momen bersujud di tempat yang dijuluki taman surga tersebut.
Keesokan harinya, Sabtu (26/4), kegiatan berlanjut dengan ziarah di sekitar Masjid Nabawi serta mengunjungi masjid-masjid bersejarah peninggalan para sahabat. Agenda ini tak sekadar kunjungan fisik, melainkan sarana memperdalam pemahaman sejarah Islam dan menghadirkan kedekatan batin dengan perjuangan Rasulullah SAW.
Memasuki hari-hari berikutnya, jemaah mengikuti City Tour Madinah atau Ziyarah Tarikhiyah. Lokasi-lokasi penting seperti Kebun Kurma, Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, hingga kawasan Khandaq menjadi saksi bisu perenungan jemaah atas pengorbanan dakwah di masa lampau.
Ust. Moch Sobri, Pembimbing Rombongan, menyampaikan bahwa rangkaian ziarah ini memiliki makna mendalam. “Ziarah ini adalah perjalanan hati untuk meneladani Rasulullah SAW. Semoga setiap langkah jemaah menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT,” tuturnya.
Salah satu momen berkesan terjadi pada Kamis (30/4), saat jemaah KBIHU Al-Hikam mengunjungi King Fahd Complex for the Printing of the Holy Qur'an. Di sana, mereka menyaksikan langsung proses pencetakan mushaf Al-Qur’an yang didistribusikan ke seluruh dunia.
Ketua Rombongan 5, Sugeng Winarto, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Kami melihat langsung bagaimana Al-Qur’an dicetak dengan penuh amanah oleh para ahli dan hafiz. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk semakin memuliakan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.