IDEA JATIM, MALANG – Di sekolah, anak-anak kita diajari banyak ilmu. Penting? Sangat penting. Tanpa itu, mereka tidak punya bekal logika. Tapi di SD Islam Sabilillah Malang 2, ada kurikulum yang tidak tertulis di buku paket. Namanya: Empati.
Empati tidak bisa dihafal. Tidak bisa hanya dibayangkan di depan papan tulis. Empati harus dipraktikkan. Harus dirasakan. Caranya? Dengan cara yang paling sederhana namun paling sulit: Berbagi.
Selasa (10/3) lalu, suasana di sekolah itu berbeda. Tidak ada ketegangan ujian. Yang ada adalah kesibukan yang membahagiakan. Semangat itu tumpah ruah di sela-sela Pondok Ramadan. Siswa dan guru SD Islam Sabilillah Malang 2 melakukan aksi sosial.
Motornya adalah kolaborasi. Antara sekolah dan orang tua yang dimotori Majelis Orang Tua Siswa (MOS).