Pendidikan 06 Mei 2026 Oleh: Redaksi

Jadi Barometer Nasional, MAN 2 Kota Malang Bagikan “Resep Juara” ke Yayasan Anak Emas Bali

IDEA JATIM, ​MALANG – Menjadi kiblat prestasi madrasah di Indonesia, MAN 2 Kota Malang kembali menjadi tujuan studi tiru lintas provinsi. Pada Selasa (5/5), madrasah yang dijuluki “Madrasah Juara” ini menerima kunjungan strategis dari Yayasan Anak Emas Denpasar, Bali, yang tengah menyiapkan pendirian Madrasah Aliyah (MA) unggulan di Pulau Dewata. Kedatangan rombongan ini membawa misi besar untuk menimba ilmu serta mengadopsi sistem keberhasilan yang telah teruji di Malang.

​Suasana hangat menyelimuti pertemuan saat rombongan yang dipimpin oleh Seni Radiah, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala MA Generasi Emas, disambut di ruang Kepala Madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Seni Radiah mengungkapkan kekagumannya terhadap reputasi MAN 2 Kota Malang yang telah menjadi barometer pendidikan Islam.

​“Kami datang dengan mimpi besar untuk membangun Madrasah Aliyah di bawah naungan Yayasan Anak Emas di Bali. Kami ingin mengadopsi program-program unggulan di sini agar lembaga kami nantinya bisa melahirkan lulusan yang kompetitif dan berkarakter,” ujar Seni Radiah dengan optimis.

​Menanggapi harapan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ali Mukti, M.Pd., memaparkan bahwa kunci utama kesuksesan pendidikan di MAN 2 Kota Malang terletak pada keseimbangan. Ia menekankan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya mengejar angka akademik di atas kertas.

​“Kurikulum kami tidak hanya mengejar angka akademik. Kami membangun sistem yang adaptif dan integratif, di mana pembentukan karakter dan nilai keislaman menjadi fondasi utama bagi siswa dalam menjawab tantangan zaman,” jelas Ali Mukti di hadapan rombongan.

​Integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai religius ini turut dipertegas oleh Dra. Hj. Wulaida Zuhriyana, Ketua InsanPro (Internalisasi Keislaman dan Sains dalam Pengembangan). Ia menjelaskan bahwa di sekolah ini, sains dan spiritualitas adalah dua hal yang tidak boleh dipisahkan. ​“Lewat program InsanPro, kami memastikan siswa tidak hanya jago di laboratorium atau teknologi, tapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh sebagai kompas hidup mereka,” tambah Wulaida.

​Setelah sesi diskusi mendalam, rombongan diajak melakukan peninjauan langsung melalui kegiatan school tour. Mereka berkesempatan melihat fasilitas pendidikan serta merasakan atmosfer belajar yang dinamis di lingkungan MAN 2 Kota Malang. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan langkah awal kolaborasi strategis antara Malang dan Bali dalam memajukan kualitas pendidikan Islam demi mencetak generasi emas Indonesia yang lebih gemilang. (*)