Pendidikan 03 Mei 2026 Oleh: Redaksi

Intip Program Vokasi SMP Insan Amanah: Cara Keren Cetak Generasi Entrepreneur

IDEA JATIM, MALANG – Lupakan soal nilai di atas kertas. Setidaknya untuk sejenak. Di SMP Insan Amanah, ada yang jauh lebih seksi dari sekadar deretan angka di rapor: Kecakapan hidup.

​Inilah “pabrik” masa depan di Malang. Namanya Program Vokasi.

​Kepala Sekolahnya, Sri Endah Pujiningrum, S.Si, punya pandangan yang terang benderang. Baginya, sekolah bukan hanya tempat menghafal. Sekolah harus jadi kawah candradimuka agar anak-anak menjadi pribadi yang adaptif dan tangguh.

​”Kecakapan hidup itu sangat penting,” ujar Bu Endah, mantap. “Anak-anak harus punya empati, tapi otaknya harus tetap kritis.”

​Maka, lahirlah enam jurus sakti.

​Pertama, Technopreneur. Ini bukan soal jualan kacang goreng. Siswa diajak menyelami samudera bisnis modern. Mulai dari cara riset pasar sampai bagaimana “bertempur” di marketplace.

Di sini, mimpi jadi pengusaha muda tidak lagi ditaruh di awang-awang. Mereka diajari cara cari duit yang halal dan kreatif sejak dini.

​Lalu ada Elektronika. Jangan bayangkan anak SMP hanya main kabel. Mereka sudah bicara soal panel surya. Bahkan membuat bel sekolah berbasis Android. Ini gila. Anak-anak belasan tahun sudah bicara teknologi terapan.

​Di sudut lain, ada keriuhan Desain Grafis dan Fotografi. Mereka tidak hanya menggambar di komputer. Mereka memproduksi. Ada kaos, tote bag, sampai boardgame. Semuanya layak jual. Ditambah tim Fotografi dan Videografi yang sudah bisa melakukan editing zaman sekarang, sekolah ini punya departemen kreatif sendiri.

​Belum lagi Jurnalistik. Ini dunia tulis-menulis yang tidak membosankan. Siswa dilatih jadi reporter. Meliput kegiatan sekolah. Menulis dengan trik yang benar.

​”Kami ingin mereka bisa bercerita kepada dunia,” tambah Bu Endah.

​Lalu, ada aroma wangi dari ruang Tata Boga. Di sana, memasak adalah soal presisi. Memilih bahan, membersihkan, lalu menyajikan dengan tampilan yang menggugah selera. Rasa? Jangan ditanya. Pasti lezat. Saya sudah merasakannya sendiri. Sabtu (2/5) lalu. Saat acara expo karya siswa. Pas peringatan Hari Pendidikan Nasional.

​Filosofi Bu Endah sederhana saja: Setiap anak punya potensi. Tugas sekolah adalah menggali potensi itu agar tidak terpendam selamanya.

​Lewat vokasi ini, SMP Insan Amanah sedang mengirim pesan kuat: Pendidikan harus membumi. Pendidikan harus memberi alat bagi siswa untuk bertahan hidup—bahkan menang—di masa depan yang kian tidak pasti.

​Melihat semangat mereka, saya optimistis. Jika semua sekolah punya nyali seperti ini, Indonesia tidak akan kekurangan orang-orang hebat yang mandiri. Masa depan itu, ternyata, sedang dirakit di ruang-ruang kelas vokasi ini. (*)