IDEA JATIM, MALANG - Inovasi unik datang dari santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Zulva Wahyu Pradana. Ia mengembangkan tinta spidol ramah lingkungan berbahan dasar buah keluak, yang selama ini lebih dikenal sebagai bumbu masakan tradisional. Ide tersebut berangkat dari pengamatan sederhana terhadap potensi keluak yang memiliki pigmen hitam alami. Melalui riset dan serangkaian uji coba, Zulva menemukan bahwa kandungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar tinta yang aman dan berkelanjutan.
“Awalnya saya melihat keluak hanya digunakan untuk memasak, seperti rawon. Dari situ saya berpikir, apakah pigmen hitamnya bisa dimanfaatkan untuk hal lain, salah satunya tinta,” ujarnya.
Berbeda dengan tinta spidol konvensional yang umumnya mengandung bahan kimia, tinta berbahan keluak ini bersifat biodegradable, lebih aman bagi anak-anak, serta tidak menimbulkan dampak berbahaya saat terhirup. Inovasi ini juga dirancang agar tetap fungsional, baik sebagai tinta permanen maupun non-permanen.