

IDEA JATIM, MALANG – Berawal dari amanah orang tua untuk mendalami energi terbarukan, Muhamad Cahyo Samudro sukses dinobatkan sebagai lulusan terbaik Teknik Elektro S-1 ITN Malang. Melalui inovasi skripsi "baterai air" untuk mengatasi krisis listrik di Kalimantan, Cahyo berhasil lulus dalam 3,5 tahun dengan IPK 3,79 dan langsung dipinang perusahaan besar sebelum wisuda.
Keputusan Cahyo meninggalkan kenyamanan bekerja sebagai teknisi listrik di Jakarta terbukti tepat. Didorong oleh perusahaan terdahulu dan pesan mendiang ibunya, ia memilih ITN Malang karena fasilitas PLTS skala kampusnya yang mumpuni.
Puncaknya, Cahyo merancang skripsi strategis untuk Kabupaten Mahakam Ulu dengan menggabungkan PLTS off-grid dan pumped storage. Inovasi ini menjadi solusi cerdas untuk daerah terpencil yang sulit menjangkau logistik baterai kimia.