

IDEA JATIM, MALANG – Langkah pemerintah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) memicu diskusi hangat di ruang publik. Di satu sisi, keanggotaan ini dipandang sebagai peluang diplomasi, namun di sisi lain, pakar Hubungan Internasional (HI) mengingatkan adanya risiko besar terhadap posisi Indonesia dalam isu Palestina.
Dosen HI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana P., Ph.D (cand.), menyoroti keganjilan dalam piagam resmi BoP. Meski forum ini bertujuan menciptakan perdamaian di wilayah konflik, nama Palestina dan Gaza justru tidak disebutkan secara eksplisit.