Pendidikan 09 Mei 2026 Oleh: Redaksi

Imtihan Akbar III : 114 Siswa SMP Insan Amanah Raih Prestasi Spiritual

IDEA JATIM, ​MALANG – Balai Pertiwi Universitas Ma Chung terlihat tidak seperti biasanya. Sabtu pagi (9/5), terdengar lantunan ayat suci yang menggema indah. Sebanyak 114 siswa SMP Insan Amanah Malang duduk bersimpuh. Mereka sedang merayakan kemenangan spiritual dalam gelaran Khotmul Qur’an dan Imtihan Akbar III.

​Suasana khidmat berubah menjadi haru. Satu per satu siswa menunjukkan ketangkasannya. Mereka diuji secara publik menggunakan standar ketat Metode Ummi. Mulai dari kategori Tartil, Tahfidz Juz 1, 2, 28, 29, 30, hingga Turjuman B. Hasilnya luar biasa: seluruh peserta dinyatakan lulus munaqosah.

​Ketua Yayasan Pendidikan Insan Amanah, Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd., tampak bangga. Baginya, suara para siswa bukan sekadar bacaan. ​”Ayat-ayat yang mereka bacakan menggetarkan jiwa. Penampilan mereka hebat, lafadznya menyejukkan hati,” ujar Prof. Dwi saat sambutan.

​Ia memberikan apresiasi khusus kepada para pengajar. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari ketelatenan para ustadz dan ustadzah. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan adab.
​”Terima kasih kepada para ustadzah dari Ummi. Mereka tidak hanya mengajar, tapi mendidik sopan santun dan tata krama. Teruslah memberikan jejak pengabdian untuk masa depan anak didik kita,” tambahnya.

​Data sekolah mencatat tren positif. Tahun ini, jumlah peserta meningkat dibanding tahun lalu. Rinciannya meliputi 39 peserta Tartil, 38 peserta Tahfidz Juz 30, dan 28 peserta Tahfidz Juz 28. Bahkan, ada catatan emas: ada siswa berhasil menghafal lebih dari 10 juz Al-Qur’an di usia remaja.

​Kepala SMP Insan Amanah, Sri Endah Pujiningrum, S.Si., menyebut pencapaian ini sebagai prestasi tertinggi sekolah. Menjaga hafalan di tengah padatnya kurikulum bukan perkara mudah. Siswa harus membagi waktu antara tugas akademik, kegiatan non-akademik, hingga program vokasi.
​“Kalian sudah mencapai prestasi tertinggi. Anak-anak ini mampu mengatur waktu dengan sangat baik. Di masa pra-remaja yang penuh aktivitas, mereka tetap konsisten mengejar target mengaji,” puji Endah.

​Acara ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah pernyataan sikap SMP Insan Amanah dalam penguatan karakter religius. Sekolah ingin membuktikan bahwa kecerdasan intelektual dan spiritual bisa berjalan beriringan.

Endah berharap, kelulusan ini menjadi awal yang baru. ​“Jangan berhenti di sini. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup selamanya,” tegas Endah. ​SMP Insan Amanah kini semakin mantap. Mereka bukan sekadar sekolah, melainkan rumah bagi para pencinta Al-Qur’an untuk menjemput masa depan yang bercahaya. (*)