Pendidikan 28 April 2026 Oleh: Redaksi

HUT Kota Malang 112: Ribuan Siswa SMK PGRI 3 Malang Ramaikan Skariga Merjos Lari

​IDEA JATIM, MALANG – Ribuan siswa SMK PGRI 3 Malang memadati kawasan Merjosari untuk mengikuti ajang Skariga Merjos Lari 5K dalam rangka memperingati HUT Kota Malang ke-112, sekaligus sebagai ujian fisik bagi siswa kelas akhir sebelum memasuki dunia industri.

Sabtu (25/4) ​lalu Merjosari mendadak riuh. Ribuan orang memadati jalanan dengan semangat meluap. Mereka adalah peserta Skariga Merjos Lari 5K. Acara ini bukan sekadar lari santai. Ini panggung pembuktian fisik bagi para siswa. Agenda ini sekaligus merayakan hari jadi Kota Malang ke-112.

​Kabid Humas dan Marketing SMK PGRI 3 Malang, Riyandi Agung, S.Or., memberikan penjelasan. Lari lima kilometer ini adalah ujian akhir mata pelajaran olahraga. Khususnya bagi siswa kelas 12 yang akan segera lulus. Lokasi start dan finish dipusatkan di Plaza Merjosari. Pemilihan lokasi ini memiliki ikatan emosional kuat. Lurah Merjosari ternyata merupakan mantan guru di Skariga.

​”Kami sengaja mengambil nama Merjos Lari karena lokasinya di Merjosari. Ini hasil kolaborasi dengan kelurahan,” ungkap Riyandi. Sebanyak 1.800 siswa terlibat dalam aksi ini. Mereka didukung guru, alumni, hingga keluarga besar sekolah. Total peserta mencapai 2.000 orang. Manajemen acara dibuat sangat profesional. Panitia menggunakan sistem timer dan efek visual yang meriah.

​Ada empat kategori juara yang diperebutkan. Kategori dibagi berdasarkan jenjang kelas dan jenis kelamin. Pemenang mendapatkan hadiah uang tunai ratusan ribu rupiah.

Selain itu, 112 pelari tercepat berhak mendapatkan medali. Angka ini sesuai dengan usia Kota Malang. Skariga ingin memberi apresiasi nyata bagi perjuangan fisik siswa.

​Misi utama acara ini lebih dari sekadar medali. Sekolah ingin memastikan lulusan siap menghadapi tantangan industri. Fisik kuat adalah syarat mutlak di dunia kerja. “Alumni Skariga harus punya paket lengkap. Selain skill bagus, fisik mereka juga harus prima,” tegas Riyandi. Mental kompetitif ini terus digembleng melalui kegiatan luar ruangan.

​Dalam kesempatan tersebut, Skariga meluncurkan misi lingkungan. Sekolah mendeklarasikan gerakan tanpa sampah plastik. Ratusan tumbler dibagikan kepada guru dan karyawan. Langkah ini awal penerapan kebijakan Zero Plastic di sekolah. Skariga ingin siswa peduli kesehatan diri dan bumi.

​Acara ini bagian dari rangkaian lari lintas wilayah Malang Raya. Tahun lalu acara serupa sukses digelar di Kota Batu. Skariga berencana memutar lokasi kegiatan setiap tahun. Untuk tahun depan target lokasi sudah ditentukan. “Tahun depan kami bawa ke Kabupaten Malang. Rencananya di wilayah Pujon dengan tema Kebut Gunung,” pungkas Riyandi. Skariga Merjos Lari menjadi simbol sinergi prestasi dan kepedulian sosial. (*)