IDEA JATIM, MALANG – Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Malang (UM) resmi menjalani asesmen lapangan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) pada Jumat (22/5/2026). Proses akreditasi ini menjadi langkah krusial bagi UM dalam menjaga mutu akademik, sekaligus memperkuat posisinya sebagai satu dari hanya empat perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program doktoral BK.
Saat ini, ketersediaan prodi S3 BK secara nasional memang masih sangat terbatas. Fakta inilah yang membuat visitasi LAMDIK di kampus UM menjadi momentum penting bagi arah masa depan pendidikan konseling di tanah air.
Wakil Rektor I UM, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd., menegaskan bahwa keterbatasan jumlah penyelenggara ini memberikan tanggung jawab besar bagi UM untuk menjadi barometer pengembangan keilmuan BK nasional.
”Kami berkomitmen meningkatkan kualitas Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling secara berkelanjutan. Keempat LPTK ini memiliki tanggung jawab besar dalam pengembangan keilmuan BK di Indonesia,” ujar Prof Ibrahim.
Dalam proses visitasi ini, LAMDIK menerjunkan dua asesor senior, yaitu Prof. Dr. Muhammad Nur Wangid, M.Si. (Universitas Negeri Yogyakarta) dan Prof. Dr. Dwi Yuwono Puji Sugiharto, M.Pd., Kons. (Universitas Negeri Semarang).
Melihat peta persaingan yang minim, Dwi Yuwono Puji Sugiharto mengingatkan agar keempat kampus penyelenggara S3 BK di Indonesia tidak terjebak dalam rivalitas negatif.
”Yang perlu dibangun bukan persaingan, melainkan kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan BK di Indonesia,” tegas Dwi Yuwono.
Langkah penguatan mutu melalui asesmen lapangan ini juga diklaim sejalan dengan target global Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui evaluasi ketat ini, S3 BK UM membidik posisi sebagai pelopor utama yang siap melahirkan doktor-doktor konseling berkualitas tinggi di Indonesia. (*)





