

IDEA JATIM, MALANG - Pembukaan Halaqoh Diniyah Universitas Islam Malang (Unisma) dihadiri Ketua Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) KH. Abdullah Syamsul Arifin. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Bundar Asy'ari, Kamis (25/9) kemarin. Turut hadir Rektor Unisma, Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Unisma serta segenap pimpinan universitas.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Abdullah Syamsul Arifin memotivasi mahasiswa baru. Dia menekankan agar mahasiswa Unisma menjadi generasi yang kritis dan memiliki keterampilan problem solving. Pria yang akrab disapa Gus Aab itu menegaskan, Generasi Z harus kritis. Dengan sikap kritis itu mereka akan mendapatkan solusi dari berbagi persoalan yang dihadapi. "Selain kritis, juga harus kreatif dan komunikatif. Komunikasi dibangun untuk memperkuat jejaring. Sehingga memiliki networking yang luas," katanya.
Ia menambahkan, di era percepatan global, kritis saja tidak cukup. Mahasiswa juga harus mampu berkolaborasi. Kreativitas dan inovasi akan semakin berkembang cepat dengan kemampuan kolaborasi yang bagus. "Juga harus adaptif terhadap perubahan. Jangan nyaman dengan pencapaian saat ini. Agar tetap mampu bersaing dengan kondisi global," tegasnya.