IDEA JATIM, MALANG - Sederhana saja: 6.000 paket. Itulah jumlah takjil yang dikumpulkan anak-anak MIN 1 Kota Malang. Angka yang fantastis untuk sebuah madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar. Tapi bukan jumlahnya yang membuat saya tertegun. Melainkan ke mana takjil itu pergi.
Tahun ini, mereka tidak hanya mencegat motor di pinggir Jalan Bandung yang prestisius itu. Mereka melirik yang lebih jauh: bus Trans Jatim.
Bayangkan. Sopir bus yang sedang mengejar jadwal. Pramugara yang sibuk melayani. Atau penumpang yang terjebak di tengah kemacetan saat azan Magrib berkumandang.