IDEA JATIM, MALANG – Di tengah gempuran era Gen Alpha yang sangat lekat dengan teknologi, dunia pendidikan dituntut untuk terus memutakhirkan fasilitas belajarnya. Menjawab tantangan tersebut, SD Islam Sabilillah Malang 2 berhasil melakukan terobosan dengan menyulap perpustakaannya menjadi ruang literasi modern yang adaptif. Meski usia lembaga ini baru menginjak tiga tahun, fasilitas penunjang literasi di sekolah ini sudah melesat maju dengan memadukan konsep digital dan penguatan bahasa asing.
Pustakawan SD Islam Sabilillah Malang 2, Andi Hartanto, S.S.I, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan kebutuhan siswa masa kini dengan perkembangan zaman. Menurutnya, karakteristik generasi masa kini menuntut pustakawan untuk mengubah strategi dalam mengelola program literasi sekolah.
”Fokus saya itu ke fokus perpustakaan digital karena kan ya tahu sendiri ya, Gen Alpha itu seperti apa. Diarahkan ke sana,” ujar Andi.
Tak sekadar unggul dari segi visi, perpustakaan ini juga memanjakan para siswa dengan fasilitas fisik yang sangat mumpuni (proper). Mulai dari penataan ruangan yang pas, kualitas peredam suara yang tenang, hingga pasokan pencahayaan alami yang melimpah langsung dari luar.
Seluruh rancang bangun ini dipastikan telah mengacu pada kriteria resmi Undang-Undang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Selain itu, perangkat teknologi terkini juga sengaja dihadirkan di dalam ruangan untuk menunjang kebutuhan multimedia siswa.
”Perpustakaan di sini itu juga sudah bagus, karena sudah memanfaatkan semua yang ada. Ada TV, smart screen, Smart TV, terus koleksi buku, ruangannya juga sudah pas,” tambah alumnus Program Studi Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.
Sebagai pembeda dari sekolah dasar kebanyakan, aspek global menjadi pilar utama yang terus digodok. Sekolah ini secara konsisten memanfaatkan literasi informasi berbasis bahasa internasional untuk memperluas cakrawala berpikir anak didiknya sejak dini. ”Salah satunya perpustakaan kita itu adalah fokusnya ke arah bahasa Inggris dan juga perpustakaan digital,” jelas Andi.
Demi menjaga keberlanjutan mutu, SD Islam Sabilillah Malang 2 juga gencar memperluas sinergi lintas instansi. Saat ini, mereka telah aktif bekerja sama dengan Perpustakaan Kota Malang, serta tengah mematangkan kolaborasi lanjutan dengan Program Studi Perpustakaan UIN Malang. Melalui kombinasi fasilitas modern, fokus global, dan jejaring yang luas, perpustakaan ini sukses menetapkan standar baru ruang baca tingkat dasar yang siap mencetak generasi literat masa depan. (*)





