Edukasi Keterampilan Hidup, SDK Santo Yusup 3 Malang Gelar Cooking Class

IDEA JATIM, MALANG – Dalam rangka mengisi kegiatan jeda setelah menempuh Asesmen, SDK Santo Yusup 3 Malang menggelar program edukasi luar ruang yang unik dan interaktif berupa Cooking Class (kelas memasak). Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan secara perdana ini berlangsung meriah pada Sabtu (6/6) lalu, dengan melibatkan seluruh siswa dari kelas 3 hingga kelas 6.

​Berbeda dengan kegiatan sekolah pada umumnya, program Cooking Class ini mengusung konsep kolaborasi penuh dengan paguyuban orang tua siswa. Dalam pelaksanaannya, para orang tua tidak hanya mendampingi, melainkan bertindak langsung sebagai tutor utama atau instruktur memasak bagi anak-anak di sekolah. Guru-guru bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan tempat dan memantau jalannya kegiatan agar tetap aman dan kondusif.

​Kepala Urusan ​Humas SDK Kosayu 3 Malang, Anastasia Nanik Riyanti, S.Pd menjelaskan bahwa skema kegiatan ini memang dirancang agar anak-anak terlibat aktif dari awal hingga akhir, mulai dari persiapan alat hingga proses pengolahan bahan.

​”Kesiswaan mengundang paguyuban untuk berdiskusi mengenai menu dan teknis pembagian kelompok. Anak-anak sendiri yang membawa peralatannya dari rumah. Untuk bahan, sebagian sudah dipersiapkan dalam bentuk setengah jadi agar lebih praktis, seperti daging ayam yang sudah dimarinasi dari rumah untuk kelas 4. Di sekolah, anak-anak tinggal memberikan tepung dan menggorengnya sendiri,” ungkap Nanik.

​Kepala Urusan Kesiswaan SDK Kosayu 3 Agnes Jayanti Triastuti, S.Pd menambahkan bahwa esensi utama dari program baru ini adalah untuk membekali para siswa dengan keterampilan hidup (life skill) sejak dini yang dapat langsung mereka praktikkan di rumah. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua murid menjadi pilar penting keberhasilan acara ini.

​”Kami ingin mengajarkan anak-anak tentang keterampilan hidup yang esensial. Melalui Cooking Class ini, kami juga mempererat komunikasi dan membangun rasa kekeluargaan yang lebih terbuka antara pihak sekolah dengan orang tua murid melalui wadah paguyuban,” ujar Agnes.

​Menu yang dimasak dalam kegiatan ini dirancang sangat bervariasi dan tingkat kesulitannya disesuaikan secara cermat dengan jenjang usia para siswa demi menjaga keselamatan. Untuk kelompok kelas 3, menu yang dipilih cenderung minim risiko cedera, yakni membuat healthy sandwich dan dessert Oreo cup.

​Sementara itu, untuk kelas yang lebih tinggi, para siswa mulai diajarkan untuk berani bersentuhan langsung dengan kompor, wajan, hingga minyak panas. Siswa kelas 4 tampak antusias mengolah hidangan chicken katsu dan es buah, sedangkan kelas 5 membuat banana roll dan es kuwut. Puncaknya, siswa kelas 6 ditantang untuk memasak hidangan yang lebih kompleks, yaitu bakmi komplit beserta es buah.

​Antusiasme luar biasa tidak hanya datang dari para siswa yang tampak sangat lahap saat menikmati hasil masakan mereka bersama teman-teman, tetapi juga dari pihak orang tua. Bahkan, pengurus paguyuban yang kekurangan tenaga mendapat bantuan sukarela dari orang tua murid lainnya yang ikut hadir membantu dengan penuh kegembiraan. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Work From Cafe dan Kaburnya Batas antara Kerja dan Kehidupan Sosial

Dulu, orang datang ke kafe untuk menikmati kopi. Aktivitas...
spot_img
Berita Terkait