IDEAJATIM.ID, MALANG – Semangat meraih prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) mendorong MTsN 2 Kota Malang menjalin kolaborasi dengan MAN 2 Kota Malang. Melalui kunjungan akademik, para delegasi OSN tidak hanya mendapatkan penguatan materi, tetapi juga belajar langsung strategi sukses dari madrasah yang memiliki rekam jejak membanggakan di ajang olimpiade.
Kegiatan yang digelar di Laboratorium Sains dan Auditorium Lantai 4 MAN 2 Kota Malang itu diikuti 15 siswa delegasi OSN yang terbagi dalam bidang Matematika, IPA, dan IPS. Turut hadir Kepala MTsN 2 Kota Malang, jajaran wakil kepala madrasah, tim pengelola olimpiade, serta para pembina dari MAN 2 Kota Malang.
Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan olimpiade di madrasahnya.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan belajar langsung dari MAN 2 Kota Malang. Pengalaman dan strategi yang dibagikan menjadi bekal berharga bagi siswa maupun pembina dalam menghadapi OSN,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menilai kolaborasi antarmadrasah menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung.
Menurutnya, prestasi akademik lahir dari proses pembinaan yang konsisten, terarah, dan berkelanjutan. Karena itu, berbagi pengalaman dan praktik baik menjadi bagian penting dalam mencetak generasi berprestasi.
Selama sesi pembinaan, para peserta mendapatkan materi penguatan konsep, teknik penyelesaian soal, hingga strategi menghadapi kompetisi. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berlangsung aktif bersama para pembina.
Koordinator Riset MAN 2 Kota Malang, M. Ronaldi Aji Saputra, M.Pd., mengatakan kompetisi olimpiade tidak hanya menguji penguasaan materi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta mental dalam menyelesaikan persoalan yang kompleks.
Melalui kegiatan ini, kedua madrasah berharap kerja sama di bidang akademik dapat terus berkembang. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan budaya belajar yang kompetitif sekaligus kolaboratif, sehingga semakin banyak siswa madrasah yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional. (*)





