

IDEA JATIM, MALANG - Luar biasa. Begitulah kesan saya saat mendengar cerita Dayyana Afifa Ahmadah. Namanya cantik, tapi panggilannya singkat saja: Day. Dia siswi kelas 11 di SMA Islam Sabilillah Malang (SMAIS) Boarding School Sistem Pesantren. Tapi jangan salah, di tangannya, festival bernama BEATFEST 2026 ini bukan lagi sekadar acara sekolah biasa.
​Ini adalah tahun keempat BEATFEST digelar. Dan Day—yang dipercaya jadi ketua panitia—benar-benar ingin meninggalkan jejak. ​Kalimatnya pendek-pendek saat menjelaskan tema tahun ini. "Musim salju," katanya. Makanya dekorasinya serba biru. Ada gunung salju di banner-nya. Tapi di salju itu, ada api yang menyala merah.
​Temanya berat. Pakai bahasa Sanskerta: Glasiora Serenata Ardenta Astra. Artinya dalam sekali: Semangat membara dalam kebekuan. Saya membayangkan, meski suhu di Malang lagi dingin-dinginnya, semangat anak-anak SMP/MTs yang ikut lomba ini tidak boleh beku.