

IDEA JATIM, MALANG – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini dibuktikan dengan terus meningkatnya alokasi anggaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari tahun ke tahun guna memastikan tidak ada mahasiswa yang putus kuliah karena kendala ekonomi.
Program KIP Kuliah kini menjadi tumpuan utama bagi jutaan anak bangsa untuk meraih gelar sarjana di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta. Melalui peningkatan anggaran ini, pemerintah tidak hanya fokus pada kuantitas penerima, tetapi juga kualitas skema bantuan yang diberikan kepada mahasiswa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Abdul Kahar, menjelaskan bahwa kenaikan anggaran ini merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ia menekankan bahwa KIP Kuliah hadir untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal yang berkualitas.
"Anggaran KIP Kuliah dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pemerintah memastikan bahwa akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap terjaga dan menjadi prioritas utama," ujar Abdul Kahar dalam keterangannya yang dirilis melalui laman resmi Universitas Negeri Malang (UM).