Logo IDEA JATIM
26/05/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
PENDIDIKAN

​“A Chip Odyssey”: Saat Teknologi Semikonduktor Menjadi Jantung Diplomasi di Universitas Brawijaya

IDEA JATIM, ​MALANG – Dunia masa depan tidak lagi digerakkan sekadar oleh minyak, melainkan oleh kepingan mikro berukuran nanometer: semikonduktor. Menyadari urgensi global tersebut, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) bergandengan tangan dengan Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya menyelenggarakan Student Forum bertajuk “A Chip Odyssey” di Malang.

​Acara ini bukan sekadar kuliah teknik biasa. Forum ini menjadi titik temu lintas disiplin yang mempertemukan mahasiswa dari Teknik, MIPA, Ilmu Komputer, hingga Hubungan Internasional dan Bisnis. Pesan yang dibawa jelas: isu semikonduktor kini telah bergeser dari sekadar meja laboratorium menjadi agenda panas di meja diplomasi dunia.

​Wakil Dekan Bidang Akademik FTUB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, membuka forum dengan ajakan reflektif. Ia mendorong mahasiswa untuk membedah rahasia di balik kesuksesan Taiwan membangun ekosistem teknologi hingga menjadi pemimpin dunia.
​“Sinergi antara kampus, pemerintah, dan industri adalah kunci. Universitas Brawijaya siap menjadi motor penggerak melalui penguatan kurikulum dan kolaborasi internasional untuk mendukung prioritas nasional di bidang semikonduktor,” tegas Dr. Indradi.

​Senada dengan hal tersebut, Mr. Isaac C. Chiu dari TETO Surabaya hadir sebagai Keynote Discussant. Dalam paparannya yang memukau, ia menekankan bahwa keajaiban teknologi Taiwan tidak terjadi dalam semalam.
​"Semiconductor is not just about technology; it is about talent, strategy, and international partnership," ungkap Isaac. Ia menggarisbawahi bahwa investasi jangka panjang pada manusia adalah fondasi sejati dari inovasi.

​Suasana forum semakin hidup saat pemutaran film dokumenter “A Chip Odyssey”. Film ini mengisahkan perjalanan heroik Taiwan dalam membangun ekosistem semikonduktor melalui visi yang konsisten dan kolaborasi lintas generasi.
​Bagi mahasiswa Hubungan Internasional, film ini membuka mata tentang bagaimana teknologi menjadi alat diplomasi (tech-diplomacy). Sementara bagi mahasiswa bisnis dan teknik, ini adalah pelajaran tentang strategi industri dan pengembangan talenta.