

IDEA JATIM, BANYUWANGI – Harum aroma kopi dan hangatnya keramahan warga Desa Kalipuro menyambut kehadiran 12 mahasiswa lintas negara dalam program summer course bertajuk "Banyuwangi Coffee Learning Program: Field Study, Workshop and Cultural Engagement". Kegiatan yang diinisiasi oleh Departemen Biologi FMIPA Universitas Brawijaya (UB) ini berkolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) untuk membedah tuntas perjalanan kopi dari kebun hingga ke cangkir.
Selama sepuluh hari, para mahasiswa dari jenjang sarjana hingga pascasarjana ini tidak hanya belajar di dalam ruang kelas virtual, tetapi juga terjun langsung ke lapangan. Di bawah koordinasi Dr. Muhammad Yusuf serta pendampingan dari Mufidah Afiyanti Ph.D dan Dr. Umi Hartina dari UMS, para peserta merasakan pengalaman autentik dengan menginap di rumah-rumah warga. Langkah ini diambil agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan petani lokal dan memahami denyut nadi industri kopi rakyat secara mendalam.
Dalam rangkaian kegiatan di Banyuwangi, para mahasiswa dibekali pengetahuan mengenai klasifikasi kopi serta keanekaragaman flora dalam sistem agroforestri. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik penanaman, mulai dari proses grafting, pemangkasan atau pruning, hingga teknik pemetikan buah kopi yang tepat. Dr. Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa interaksi dengan warga lokal menjadi kunci utama agar peserta memahami budaya dan keunikan pengelolaan pasca-panen tradisional yang menghasilkan cita rasa kopi yang khas.