IDEA JATIM, MAGELANG – Seni tradisi tak pernah mati di tangan para peimajinasi masa kini. Kelompok seni Huis van Roedi Lanbatih (HRL) asal Kota Batu sukses mencuri perhatian dalam ajang tahunan Festival Bhumi Atsanti (FBA) V yang berlangsung di Desa Borobudur, Magelang, pada 21–23 Agustus 2026. Berjarak kurang dari 3 km dari Candi Borobudur, festival bertema Rahayuning Jagad ini menjadi saksi magisnya pertunjukan Wayang Krucil Postkultural.
HRL terpilih menjadi salah satu dari delapan kelompok seni se-Indonesia yang lolos kurasi ketat. Mengincar atensi Generasi Z, mereka mengemas wayang kayu legendaris ini secara modern dan multiperspektif melalui penggunaan 5 bahasa sekaligus: Jawa, Indonesia, Inggris, Belanda, dan Prancis.
Dalam pertunjukannya, HRL mengangkat lakon Panji untuk Gen Z. Sebuah kisah klasik pencarian Raden Panji atas adiknya, Dewi Ragil Kuning. Naskah disulap lebih segar oleh penulis sekaligus sutradara Rudi Irawanto, dimainkan oleh dalang Ade Ana Dipowikromo, serta dibantu Reny Rahmawati.