Hadir secara daring lewat akses Zoom di forum Rapat Laporan Pendahuluan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Timur, pada hari Selasa 11 Agustus 2026, saya menyadari satu hal: kita tidak sedang sekadar mendengarkan paparan kajian atau membahas deretan program jangka pendek.
Menyusun rentang waktu 2026 hingga 2045 adalah sebuah taruhan panjang. Dokumen ini kelak tidak hanya berpotensi menjadi rujukan kebijakan, tetapi juga menjadi kompas tentang bagaimana pemerintah provinsi membaca denyut kreativitas warganya, mengalokasikan sumber daya, dan membangun ruang tumbuh bagi ekosistem ini selama dua dekade ke depan.
Paparan awal dari tim kajian CPPD UNAIR pelaksana proyek kajian Bappeda Provinsi Jawa Timur sebenarnya sudah meletakkan fondasi teknokratis yang solid. Upaya mereka membangun indikator, memetakan potensi, mengurai rantai nilai, hingga menggunakan pendekatan mixed methods patut diapresiasi.