MALANG, IDEAJATIM.ID – Suara mesin dan potongan kayu masih terdengar di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari tangan pengrajin, kayu sengon dan mahoni disulap menjadi klompen yang sudah menjadi bagian dari identitas desa.
Namun, di balik aktivitas produksi yang masih berjalan, tersimpan kekhawatiran. Kerajinan yang diwariskan turun-temurun itu kini menghadapi persoalan regenerasi.
Darto, salah satu pengrajin klompen Toyomarto, mengaku mengenal kerajinan tersebut sejak kecil. Ia belajar membuat klompen dari keluarga dan para pengrajin di sekitar rumahnya.