IDEA JATIM, BATU — Langit cerah memang menyegarkan, namun di balik terik matahari yang menyengat, ancaman kebakaran hutan dan kekeringan mulai membayangi Kota Batu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun tak tinggal diam. Mereka bergerak cepat menyusun strategi menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi jatuh pada Juli hingga September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Noegroho, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang tiga langkah utama untuk menekan risiko bencana. "Kami tidak ingin sekadar tanggap, tapi juga antisipatif. Makanya kami siapkan rencana kontinjensi, pemetaan ulang wilayah rawan, dan status siaga darurat," ujar Gatot.
Yang menarik, pemetaan risiko kali ini tidak hanya terfokus pada kawasan Bumiaji di lereng Gunung Arjuno. BPBD memperluas jangkauan hingga ke wilayah Oro-Oro Ombo di kawasan Panderman. "Kami belajar dari histori kebakaran beberapa tahun lalu. Titik rawan ternyata lebih tersebar dari yang dibayangkan," imbuh Gatot.