Logo IDEA JATIM
09/06/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
LIFESTYLE

Work From Cafe dan Kaburnya Batas antara Kerja dan Kehidupan Sosial

Dulu, orang datang ke kafe untuk menikmati kopi. Aktivitas ringan yang nyaris tanpa tekanan: secangkir kopi hangat, percakapan mengalir ringan, dan jeda sejenak dari rutinitas yang melelahkan. Namun waktu mengubah banyak hal. Menikmati kopi di kafe perlahan bergeser fungsi. Ia tak lagi sekadar ruang untuk bersantai, melainkan menjadi kantor tak resmi yang beroperasi tanpa papan nama dan tanpa alamat administratif.

Pemandangan seragam tersaji di kafe hari-hari ini. Meja-meja dipenuhi laptop yang terbuka. Kabel charger menjulur ke mana-mana mencari sumber kehidupan dari stopkontak. Koneksi internet tak terlihat tetapi menentukan nasib. Di sudut ruangan kafe di mall, seseorang sedang menghadiri rapat daring dengan wajah serius. Di meja kafe lain dekat kampus, seorang pekerja kreatif mengetik proposal sambil sesekali memotret cangkir kopinya. Sementara itu, barista menjadi saksi bisu dari berbagai presentasi bisnis yang bahkan tidak melibatkan dirinya.

Fenomena work from cafe tumbuh dari pertemuan seperti kemajuan teknologi digital, ritme kehidupan perkotaan, dan kebutuhan manusia akan kehadiran orang lain. Bekerja dari rumah yang semula tampak ideal ternyata menyimpan paradoks. Terlalu banyak kenyamanan yang menggoda. Ranjang yang selalu menawarkan kompromi, Netflix meminta perhatian, dan dapur mengundang untuk disinggahi.