

Di lereng barat Kota Batu, berdiri sebuah kawasan yang menyimpan jejak panjang peradaban Jawa kuno: Candi Songgoriti. Situs yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-9 ini selama bertahun-tahun hanya dikenal publik sebagai candi kecil dengan sumber mata air panas alami. Namun, penemuan terbaru pada tahun 2026 membuka kemungkinan baru yang dapat mengubah cara kita memahami sejarah kawasan tersebut.
Penemuan sebuah batu Yoni — meski batu Lingga pasangannya telah raib — disertai dua batu bulat berukuran besar dan sedang di sekitar kawasan candi, menjadi penanda penting bahwa area Candi Songgoriti kemungkinan jauh lebih luas dibanding batas situs yang selama ini dikenali. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Songgoriti bukan sekadar bangunan tunggal, melainkan bagian dari kompleks spiritual dan kebudayaan yang lebih besar pada masa Jawa Kuno.
Jika kajian arkeologis dilakukan secara serius dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin sejarah tentang Songgoriti harus ditulis ulang.