Logo IDEA JATIM
24/06/2026
EPAPER
ADAPTIVE EDUCATIVE INNOVATIVE
SOSIAL & BUDAYA

Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18: Merawat Tradisi, Meneguhkan Jati Diri Budaya di Tengah Perubahan Zaman

IDEA JATIM, BATU - Bulan Suro selalu memiliki makna yang istimewa bagi masyarakat Jawa. Tidak hanya dipahami sebagai pergantian tahun dalam penanggalan Jawa, bulan ini juga menjadi momentum refleksi, penghormatan kepada leluhur, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam, budaya, dan sesamanya. Semangat itulah yang kembali diwujudkan oleh masyarakat Kampung Budaya Songgoriti melalui penyelenggaraan Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo ke-18, yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026, di sepanjang jalan utama kawasan Songgoriti, Kota Batu.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-18, kegiatan ini bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan telah menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Songgoriti. Selama hampir dua dekade, tradisi ini terus dijaga, dirawat, dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk tanggung jawab kolektif terhadap kelestarian warisan budaya leluhur.

Tahun ini, Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo mengangkat tema "MANGGALANING GWAYA PURNA UDAYA", yang dimaknai sebagai pemimpin yang menjadi perwujudan kekuatan yang kembali bangkit secara utuh menuju kejayaan. Tema tersebut dipilih sebagai refleksi atas pentingnya keteladanan, kebijaksanaan, keberanian, dan kemampuan mempersatukan berbagai unsur masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam perspektif budaya Jawa, kepemimpinan tidak hanya dimaknai sebagai posisi atau jabatan, melainkan sebagai laku hidup yang memberi arah, keteladanan, dan pengayoman bagi masyarakat.