IDEA JATIM, BATU – Di tengah gempuran konten visual media sosial yang serba cepat dan sekilas, komunitas seni Simpullapan mencoba menarik rem darurat. Melalui pameran kolektif bertajuk "Setengah Rindu" di Galeri Raos Kota Batu, delapan seniman ini mengajak publik untuk kembali merawat ritme pelan dalam memaknai sebuah karya dan kehidupan.
Pameran ini bukan sekadar ajang nostalgia manis, melainkan sebuah kerja kreatif untuk mengolah jarak, rutinitas, dan kegelisahan menjadi bahasa rupa yang menuntut perhatian penuh dari penontonnya.
Dwi Christanto, salah satu anggota komunitas Simpullapan sekaligus peserta pameran, mengungkapkan bahwa "Setengah Rindu" adalah sebuah pernyataan sikap terhadap fenomena zaman.